Puisi tentang alam : pemandangan alam
Image courtesy of JusToMe – http://www.kaskus.co.id/
PEMANDANGAN ALAM
Sejauh mataku memandang
Pohon hijau tinggi menjulang
Gunung besar menantang
Dipayungi langit biru yang biru terang
Di bawahnya mengalir sungai bening
Warnanya bersih dingin sekali
Di kiri kanan sawah kuning menghampar
Luas membentang
Hasil letih para petani
Berjuang di tengah terik demi memanen padi
Ketika mentari terbenam
Warnanya emas kemerahan
Berisik angin meniup lembut
Seluruh penat di benakku
Tak kuasa diri menampik
Kuasa indah pemandangan ini
Puisi tentang alam : Ironi pembangunan kota diiringi ketertinggalan desa
Image courtesy of Agustina Sulistyorini – http://rinirhee.blogspot.com/2012/06/orang-desa-melamunkan-kehidupan-mapan_28.html
KEMANA PERGINYA ALAM LESTARI
Karya: Jay Limandjaya
Dulu sering ku lihat hamparan hijau sawah beratapkan langit biru
Kiri kanan sawah, tengahnya sungai
Di antara gunung matahari terbit malu-malu
Namun sekarang kemana?
Lapisan tanah becek berwarna coklat setiap habis hujan
Kini tanahku berwarna abu
Lama kucari tanah becekku
Tapi kenapa sekarang tak nampak?
Cemara kehidupan tinggi menjulang
Menjadi rumah bagi banyak hewan buatan Tuhan
Sekarang cemaranya tidak berwarna hijau dan teduh
Tetap tinggi tapi banyak jendela, banyak lampu
Mengapa bisa begitu?
Sering banjir, sering longsor
Di barat ada asap bikin marah tetangga
Padahal dahulu tidak begitu
Ibu pertiwi cuma tersedu tapi tidak malu
Sayang sekali ibu pertiwi kini tidak hanya sedih
Menanggung pilu sambil tertatih
Anak-anaknya nakal semua
Biar dimarahi tapi tak pernah jera